Link Banner
Tak Setuju Gubernur Jadi Arisan Keluarga, Warga Bira Lebih Pilih NH-Aziz

Tak Setuju Gubernur Jadi Arisan Keluarga, Warga Bira Lebih Pilih NH-Aziz

SHARE:

Bulukumba — Dukungan kepada pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) terus berdat...

Junjung Kemanusiaan, Ummi Aty Berbelasungkawa ke Tokoh Toraja
Jangan Pilih NH-Aziz Kalau Pakai Ijazah Palsu
Permorfa NH di Debat Pamungkas Sekelas Capres

Bulukumba — Dukungan kepada pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) terus berdatangan di setiap kabupaten/kota. Dukungan kepada pasangan nasionalis-religius juga semakin masif saat mengunjungi sejumlah titik di Kabupaten Bulukumba, Jumat (27/4) ini.

Seperti saat NH menyapa warga di Warung Solo, Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba. Masyarakat antusias mengikuti pemaparan visi misi yang dipaparkan langsung oleh Ketua Dewan Koperasi Indonesia tersebut.

Salah satu warga Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Suniati mengungkapkan, masyarakat lebih memilih pemimpin religius ketimbang melanggengkan praktik politik dinasti dalan pemerintahan. Surniati meniliai, sisi relgius duet NH-Aziz sudah tidak terbantahkan.

“Kita tidak setuju dengan pemerintahan dinasti. Ini pemilihan gubernur, bukan arisan keluarga. Lebih memilih Pak NH berpasangan dengan Ustad Aziz. Sosoknya bersahaja sekali juga, yang insya Allah tetap dipertahankan kalau menjadi gubernur,” jelasnya.

Lebih lanjut, pegiat Taman Pendidikan Alquran di Bonto Bahari ini juga mengagumi program yang ditawarkan oleh pasangan NH-Aziz. Pasalnya, bagi Surniati, duet ini turut memperhatikan pengembangan ukhrawi, di samping program duniawi.

“Itu yang paling bagus karena insentif imam masjid akan ditingkatkan. Kemudian, ada rumah Alquran di setiap kampung untuk belajar mengaji sesuai tajwid dan menjadi hafidz,” bebernya.

NH menuturkan, sebagai upaya melawan intervensi moral, diperlukan perhatian khusus pula dari pemerintah. Karena itu, ia bersepakat dengan NH-Aziz untuk menjamin pembinaan keumatan agar tercipta masyarakat tenteram, damai, dan rukun antarumat beragama.

“Imam masjid, pendeta, pegawai syara, dan pembina spiritual agama yang diakui akan memperoleh peningkatan insentif kesejahteraannya. Pemerintah harus memperhatikan karena merekalah yang terdepan membina moral bangsa agar tetap terjaga,” tegasnya. (*)

Link Banner

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0