Link Banner
Ciptakan Pilkada Damai, NH-Aziz : Ayo Adu Gagasan, Bukan Sebar Hoax

Ciptakan Pilkada Damai, NH-Aziz : Ayo Adu Gagasan, Bukan Sebar Hoax

SHARE:

Makassar — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), menginstruksikan seluruh tim pemenangannya un...

NH-Aziz Didoakan Selamat dari Kezaliman dan Kecurangan
Kembali Membangun Kampung, NH: Ini Bagian dari Siri’ na Passe Saya
100 Relawan Patriot 17 Kawal NH-Aziz Daftar ke KPU

Makassar — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), menginstruksikan seluruh tim pemenangannya untuk senantiasa mengedepankan politik santun. Diimbaunya pula untuk tidak merespons secara berlebihan ihwal hoax berupa kampanye negatif yang kerap dialamatkan kepadanya.

NH bahkan mengajak tiga kandidat lain yang merupakan rivalnya untuk adu gagasan dan program. Itu akan lebih baik ketimbang saling menjelekkan, apalagi sampai menyebar hoax. Toh, adu gagasan dan program merupakan bagian dari pendidikan politik dan pencerahan demokrasi bagi masyarakat. Muaranya demi terciptanya pilkada damai dan berkualitas.

“Mari bersama-sama menciptakan pilkada aman dan damai. Berikan pendidikan politik dan pencerahan demokrasi kepada masyarakat, caranya ya mari adu gagasan dan program, bukan adu otot dan lainnya yang menjurus ke hal-hal negatif. Tujuan utama kita kan membangun Sulsel yang lebih baik,” kata NH, Rabu (2/5)

Komitmen menciptakan pilkada damai senantiasa digaungkan NH-Aziz dalam setiap kampanye maupun forum resmi. Termasuk saat diundang menjadi bintang tamu pada program acara ‘Kupas Kandidat’ di TVRI, Senin (30/4) malam. Kala itu, pasangan nomor urut satu itu juga secara tegas menyampaikan komitmen menciptakan pilkada aman, damai dan berkualitas.

NH mengungkapkan pilkada serentak merupakan pesta demokrasi, dimana rakyatlah yang berdaulat. Sebagaimana halnya pesta, sejatinya harus dilalui dengan penuh suka cita. Bukan malah ketegangan, apalagi pertikaian antara kandidat dan massa pendukungnya. Ditegaskannya pula, pilkada serentak tidak boleh memutus tali silaturahmi.

Menurut NH, dalam berpolitik harus tetap menggunakan nurani. Toh, langkah menuju kursi 01 dan 02 sejatinya tidak boleh dilandasi ambisi kekuasaan dan kekayaan. Toh, menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah, tujuan utama yang harus terpatri adalah sepenuhnya pengabdian untuk kesejahteraan masyarakat banyak alias kepentingan umum.

“Itu selalu saya tekankan dalam setiap kampanye, bahwa berdemokrasi dan berpolitik itu harus menggunakan nurani, jangan malah membuat rakyat menjadi korban. Jangan sampai kita kandidat yang bersaing menjadi kepala daerah, tapi rakyat yang jadi korban,” pungkasnya. (**)

Link Banner

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0