Link Banner
Serang Simpatisan, Jubir NH-Aziz: Pendukung IYL-Cakka Anti Demokrasi

Serang Simpatisan, Jubir NH-Aziz: Pendukung IYL-Cakka Anti Demokrasi

SHARE:

Makassar — Sikap bertentangan dengan prinsip demokrasi dan melanggar komitmen pilkada damai tampak usai debat kandidat sesi ketiga Pilgub Sulsel...

Parpol Pengusung NH-Aziz Waspadai Gerakan Jekkong di Pilkada
Ketua Hanura Sidrap: Hanya NH, Cagub Paham Kondisi Pusat
Junjung Kemanusiaan, Ummi Aty Berbelasungkawa ke Tokoh Toraja

Makassar — Sikap bertentangan dengan prinsip demokrasi dan melanggar komitmen pilkada damai tampak usai debat kandidat sesi ketiga Pilgub Sulsel. Tercorengnya pelaksanaan pilkada itu disebabkan saat pendukung pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yason Limpo-Andi Mudzakkar menyerang simpatisan pasangan calon, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar.

Kejadian tersebut terjadi persis usai debat pemungkas kandidat Pilgub Sulsel di Auditorium TVRI, Rabu (9/5) malam. Sesuai dengan video yang beredar, sejumlah pendukung IYL-Cakka membentak, mengintimidasi, dan menyerang simpatisan pasangan NH-Aziz.

Juru Bicara NH-Aziz, Andi Sri Kumala Putri pun angkat bicara mengenai polemik tersebut. Ia menuding, sikap tersebut telah menodai asas pilkada dan menodai tatanan demokrasi.

“Sikap yang ditunjukkan kalau pendukung yang menyerang pendukung lainnya itu anti demokrasi. Karena lebih menonjolkan tindakan premanisme daripada menunjukkan saling respek,” tutur Mala.

Mahasiswa Pascasarjana UMI ini pun mengaku miris atas perilaku premanisme yang dilakukan pendukung paslon. Padahal, kata Mala, paslon justru tampil saling menghargai. Seperti ketika Cakka menyapa Aziz saat debat kandidat dengan “tabe, daeng”.

“Tidak menyerang kandidat, tetapi menyerang pendukung lawan. Ini yang lebih parah, karena para paslon adem-adem saja antar sesama kandidat. Tapi di luar sana, salah satu tim sukses cagub justru malah mengundang konflik,” ujarnya.

Tindakan pendukung paslon yang cenderung tidak menghargai juga terasa saat pelaksanaan debat di dalam auditorium. Ketika pemandu acara memberikan kesempatan untuk yel-yel bagi perwakilan kandidat nomor urut 1, 2, dan 3, pendukung paslon IYL-Cakka tak sesekali saja merecoki kesempatan paslon lain dengan meneriakkan nomor urut “empat”. Namun, pendukung paslon lain tak sampai melakukan tindakan intimidasi dan penyerangan ke pendukung paslon nomor urut 4. (*)

Link Banner

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0