Link Banner
Aktivis Baper Soal Jekkong, Mungkin Ingatannya “Mati Lampu” Seperti Pilkada Gowa

Aktivis Baper Soal Jekkong, Mungkin Ingatannya “Mati Lampu” Seperti Pilkada Gowa

SHARE:

Makassar — Sejumlah pihak tampaknya “kepanasan” dengan hasil survei CSIS Indonesia yang menempatkan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz)...

Pelayanan Berbasis KTP Tunjukkan Keberpihakan NH-Aziz ke Rakyat
Mantan Bupati Sinjai Puji Program Infrastruktur Jalan ala NH-Aziz
Mantan Kapolda Sulsel Jadi Panglima Perang NH-Aziz

Makassar — Sejumlah pihak tampaknya “kepanasan” dengan hasil survei CSIS Indonesia yang menempatkan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dengan elektabilitas terbaik.

Bahkan, ujaran pihak NH-Aziz untuk turut mewaspadai perilaku curang atau jekkong dalam Pilgub Sulsel pun dipelintir.

Terkesan lucu, ada pernyataan aktivitas asal UNM, seperti bawa-bawa perasaan atau baper menanggapi hal tersebut.

“Padahal pernyataan pak Roem tidak menyebut kandidat mana pun, lah kok baper begitu? Seperti cacing kepanasan, mungkin mereka sadar diri soal ijazah palsu,” ucap Pengurus Bidang Hankam AMPI, Basri menanggapi pernyataan Eks Aktivis UNM, Bastian.

Basri menilai, Bastian berniat untuk menutupi tren positif NH-Aziz melalui pemberitaan tersebut. Menuding lembaga survei CSIS tidak memiliki kredibilitas dalam penelitiannya.

“Tuduh pihak NH-Aziz mau lakukan kecurangan? Ingat beberapa pilkada di Gowa? Komisioner KPU-nya dipecat semua? Mungkin ingatan aktivis itu ‘mati lampu’ juga seperti di Pilkada Gowa dulu,” tutur Basri.

    Sebagian wilayah Gowa mati lampu ketika perhitungan suara berlangsung di beberapa TPS di Kecamatan Somba Opu, Gowa, Rabu (9/12/2015).

    Mati lampu terjadi di Jl Usman Salengke, Jl Mallobassang (lokasi Sekretariat KPU Gowa), Jl Tumanurung (dekat Kantor Bupati Gowa).

    “Sindir korupsi? Untung pihak NH-Aziz tak kejam, seandainya mereka mau tanggapi penggiringan itu, mereka bisa saja ungkit soal OTT KPK. Ingat pak NH terpidana korupsi karena kebijakan, bukan menikmati hasil korupsi. Beda kalo OTT, terciduk namanya itu,” jelasnya menambahkan.

    Basri pun berharap agar semua pihak turut menciptakan pilkada damai, jujur dan adil di Sulsel. Tidak saling melontarkan ujaran kebencian tanpa data dan landasan yang kuat.

    “Intinya janganlah terlalu baper. Selalu serang pak NH dengan isu korupsi, tetapi pihak pak NH tak menanggapi balik menyerang dengan kasus korupsi OTT KPK, itu karena pihak NH-Aziz tak baper,” ujarnya.(*)

    Link Banner

    COMMENTS

    WORDPRESS: 0
    DISQUS: 0